Senin, 02 September 2019

Mengelola Sampah Diawali dari Kesadaran Diri



Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh manusia di bumi ini tak terkecuali. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman. Sebagai permisalan jika ada sampah gelas plastik di jalan atau sebuah kantong plastik apa yang kalian pikirkan dan apa yang akan kalian lakukan? Sebagian besar orang yang melihat pasti akan mengacuhkan dan tidak mempedulikannya tetapi tidak sedikit orang juga yang mau mengambil dan membuangnya ke tempat sampah.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses produksi, baik itu industry maupun rumah tangga. Definisi lain dari sampah adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh manusia setelah proses/ penggunaannya berakhir. Sampah dari rumah tangga, pertanian, dari perusahaan/industry, dsb. Secara garis besar sampah dapat dibedakan menjadi:
1.      Sampah organik, misalnya sisa sayuran atau buah-buahan yang mengalami pembusukan secara alami.
2.      Sampah anorganik, misalnya plastik, logam, kaleng, dll yang tidak dapat mengalami pembusukan.
3.      Sampah berbahaya, misalnya jarum suntik, kaleng bekas obat nyamuk semprot, dll.
Namun, meskipun sampah merugikan, sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat bahkan bernilai tinggi apabila dapat mengolahnya secara baik dan bijak. Untuk meminimalisasi dampak penggunaan sampah sudah banyak program yang dilakukan. Mulai yang paling sederhana yaitu memilah milah sampah yang dapat terurai dan sampah yang dapat didaur ulang. Semakin maju teknologi semakin maju pula pengolahan sampah yang dilakukan contoh kecilnya mengolah sampah plastik bungkus minuman menjadi tas atau dompet. Bahkan penemuan besar yang ditemukan salah satu mahasiswa UNY yaitu mobil listrik berbahan bakar sampah yang menjuarai pimnas.
Semua itu tidak akan terlaksana apabila taka da kesadaran tersendiri dari diri sendiri. Kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya bahkan mengolahnya, mencari solusi dari setiap problem dari lingkungan. Selain itu diperlukan juga control social di masyarakat akan pentingnya menghargai dan menjaga lingkungan. Peraturan-peraturan yang dibuat pemerintah juga menjadi peran yang sangat penting yang diharapkan dapat meminimalkan perusakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar